Sabtu, 20 Desember 2025

Mengangkat Tradisi, Menyulam Budaya

Tari Rentak Bulian di Pentas Apresiasi & Ujian Gelar Sasono Bekso ke-1

Sanggar Seni Budaya Gemah Sari — Banjarnegara

Pada suatu sore yang penuh semangat budaya di Banjarnegara, Sanggar Seni Budaya Gemah Sari menghadirkan sebuah pertunjukan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna. Tari Rentak Bulian, sebuah tarian yang berasal dari tradisi masyarakat Talang Mamak di Indragiri Hulu, dipentaskan dalam acara Apresiasi & Ujian Gelar Sasono Bekso ke-1 yang diadakan oleh sanggar ini. 


Penampilan ini terekam dalam video YouTube yang mendokumentasikan bagaimana para penari menampilkan karya budaya tersebut di panggung apresiasi.

Apa Itu Tari Rentak Bulian?

Tari Rentak Bulian bukan sekadar tarian biasa — ia adalah representasi dari tradisi ritual pengobatan masyarakat Talang Mamak di Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Nama tarian ini berasal dari dua unsur:
“Rentak” yang berarti melangkah atau hentakan kaki,
“Bulian” yang merujuk pada tempat singgah makhluk bunian atau makhluk halus dalam bahasa daerah setempat. Budaya Indonesia

Dalam bentuk aslinya, tarian ini merupakan bagian dari upacara Bulean, di mana tradisi spiritual dan kepercayaan terhadap roh leluhur berperan dalam proses penyembuhan. Journal ISI Padang Panjang

Ciri Gerak dan Estetika Tarian

Salah satu ciri khas Tari Rentak Bulian adalah gerakannya yang monoton namun berirama, terutama hentakan kaki yang konsisten dan ritmis yang disebut rentak. Holiday Ayo

Tarian ini biasanya dipimpin oleh seorang Kumantan, figur sentral yang dalam tradisi aslinya dianggap sebagai tabib atau pemimpin ritual. Di belakangnya, para penari mengikuti secara berbaris, menghasilkan pola visual yang kuat dan ritmis. Holiday Ayo

Makna Budaya yang Lebih Dalam

Di luar keindahan gerakannya, Tari Rentak Bulian memiliki nilai budaya yang mendalam:
• Sebelumnya tarian ini merupakan ritual pengobatan yang dilakukan oleh suku Talang Mamak untuk memohon kesembuhan dan keseimbangan batin-jasmani. Holiday Ayo
• Unsur magis dan kepercayaan terhadap roh halus menjadi bagian penting dari prosesi awalnya, meski dalam pementasan modern unsur estetika lebih dominan daripada ritual magisnya. Journal ISI Padang Panjang
• Nilai estetis dan kebersamaan dalam gerak tarian juga menunjukkan harmoni dan kekuatan komunal para penarinya. Digilib Unimed

Meskipun sekarang sudah lebih sering dipentaskan sebagai tarian budaya dan hiburan, nilai-nilai tradisi yang menyertainya tetap menjadi warisan budaya yang berharga dan perlu dihormati.

Rentak Bulian dan Pelestarian Budaya

Kalau banyak orang belum tahu bahwa Tari Rentak Bulian diciptakan oleh Bapak Wasnury Marza — seorang seniman yang telah melestarikan tradisi Talang Mamak ke dalam bentuk tari untuk dunia seni pertunjukan — maka pentas dari Sanggar Seni Gemah Sari ini jadi contoh nyata bagaimana budaya tradisional bisa hidup di luar daerah asalnya. Budaya Indonesia

Pementasan tarian seperti ini memberi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, menghargai, dan turut menjaga keberlangsungan budaya Indonesia yang sangat kaya.


Kesimpulan
Tari Rentak Bulian yang ditampilkan dalam Apresiasi & Ujian Gelar Sasono Bekso ke-1 bukan hanya sekadar pementasan seni tarian. Ia adalah jembatan antara tradisi dan modernitas — suatu cara indah untuk mengenalkan ragam budaya rakyat, menghormati akar ritualnya, dan merayakan kekayaan budaya Nusantara lewat panggung seni kontemporer.

Sabtu, 18 Oktober 2025

Tari Tani Argapana: Ketika Budaya dan Alam Menyatu di Dieng Culture Festival 2025

Penampilan Tari Tani Argapana di Dieng Culture Festival 2025 memberikan kesan yang sangat mendalam bagi saya. Di tengah udara dingin Dieng dan lanskap alam yang khas, tarian ini terasa hidup dan penuh makna. Bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi sebuah cerita tentang kehidupan, kerja keras, dan rasa syukur masyarakat tani yang diwariskan melalui gerak.

Sejak awal pertunjukan, saya langsung merasakan energi yang berbeda. Gerakan para penari terlihat sederhana, namun kuat dan penuh arti. Setiap langkah, ayunan tangan, dan formasi yang dibentuk seolah menggambarkan aktivitas bertani—dari mengolah tanah, menanam, hingga merayakan hasil panen. Tarian ini membuat saya menyadari betapa dekatnya kehidupan manusia dengan alam, khususnya bagi masyarakat agraris seperti di kawasan Dieng.

Yang paling menarik perhatian saya adalah kekompakan para penari. Mereka bergerak selaras, tanpa saling mendominasi, seolah ingin menyampaikan pesan bahwa keberhasilan tidak pernah diraih sendirian. Nilai kebersamaan dan gotong royong terasa sangat kuat, dan itulah yang membuat Tari Tani Argapana terasa begitu “jujur” dan membumi.

Dipentaskan dalam rangka Dieng Culture Festival 2025, tarian ini semakin terasa istimewa. DCF sendiri dikenal sebagai festival budaya yang konsisten menghadirkan kearifan lokal, dan Tari Tani Argapana menjadi salah satu bukti bahwa tradisi masih hidup dan relevan hingga sekarang. Di tengah modernisasi dan hiburan yang serba cepat, tarian ini hadir sebagai pengingat akan akar budaya kita.

Bagi saya pribadi, menonton Tari Tani Argapana bukan hanya tentang menikmati keindahan gerak dan musik, tetapi juga tentang belajar menghargai proses. Tentang bagaimana masyarakat desa merawat alam, bekerja dengan sabar, dan tetap bersyukur atas apa yang diberikan. Nilai-nilai ini terasa sangat relevan dengan kehidupan saat ini.

Melalui penampilan ini, saya semakin yakin bahwa festival budaya seperti Dieng Culture Festival memiliki peran penting dalam menjaga identitas bangsa. Tari Tani Argapana bukan hanya milik Dieng, tetapi juga milik kita semua sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang patut dijaga dan dibanggakan.


Sabtu, 11 Oktober 2025

Harmoni Budaya di Dataran Tinggi: Tari Hanoman Obong x Dawet Ayu & Angklung di DCF 2025

Menonton penampilan Tari Hanoman Obong x Dawet Ayu yang dipadukan dengan Angklung dalam rangkaian Dieng Culture Festival 2025 memberikan kesan yang sangat kuat bagi saya. Pertunjukan ini dibawakan dengan penuh energi dan penghayatan oleh Sanggar Tari Gemah Sari Banjarnegara, yang berhasil menghadirkan nuansa budaya Jawa secara hidup dan memikat.

Sejak awal pertunjukan, karakter Hanoman ditampilkan dengan gerak yang lincah, tegas, dan penuh semangat. Setiap detail gerakan terasa memiliki makna, seolah mengajak penonton masuk ke dalam kisah pewayangan yang sudah mengakar kuat dalam budaya Jawa. Kolaborasi dengan unsur Dawet Ayu memberikan sentuhan lokal yang unik, sederhana, namun sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Yang membuat penampilan ini semakin berkesan adalah iringan angklung yang mengalun harmonis. Suara bambu yang dimainkan secara bersama-sama menciptakan suasana hangat dan menyentuh. Bagi saya, angklung bukan hanya sekadar alat musik, tetapi simbol kebersamaan dan kerja sama, di mana setiap bunyi saling melengkapi untuk menciptakan harmoni yang indah.

Melalui penampilan dari Sanggar Tari Gemah Sari Banjarnegara, saya bisa merasakan kesungguhan dalam menjaga dan merawat seni tradisi. Tarian ini bukan hanya ditampilkan sebagai hiburan, tetapi sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya dan identitas daerah. Di tengah dinginnya udara Dieng, pertunjukan ini justru terasa hangat dan penuh makna.

Dieng Culture Festival 2025 kembali membuktikan bahwa budaya tradisional masih sangat relevan dan mampu menarik perhatian banyak orang. Melihat kolaborasi tari, musik, dan unsur lokal seperti ini membuat saya semakin bangga akan kekayaan budaya Indonesia, serta berharap seni tradisi terus hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya.

Minggu, 11 Mei 2025

Gelar Sasono Bekso ke-1

Sanggar Seni Budaya Gemah "Gelar Sasono Bekso ke-1" 🚀✨

Puji syukur bisa menjadi ketua pelaksana dalam kegiatan apresiasi dan ujian seni Sanggar Seni Budaya Gemah Sari yang dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Mei 2025. Di Pendopo Dipayudha Adigraha Banjarnegara.

Terimakasih untuk semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mendukung kegiatan kami.
Terimakasih untuk seluruh panitia dan peserta.



Senin, 11 November 2024

TARI MANUNGGAL KARYA

TARI MANUNGGAL KARYA (Karya Garapan "Sanggar Tari Gemah Sari")

Tari MANUNGGAL KARYA
Tari MANUNGGAL KARYA

Sinopsis "Tari MANUNGGAL KARYA"

Tari MANUNGGAL KARYA merupakan tari Karya garapan "Sanggar Gemah Sari", yang berorientasi pada nilai tradisi budaya di Jawa Tengah yang menggambarkan masyarakat peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Menjaga kebersihan tanpa mengenal lelah. Peduli akan sekitar dan peduli akan sesama, tanpa memandang apapun. Menyapu halaman bersama, bergotong-royong mencabut rumput dan memungut sampah tanpa mengenal lelah. Lingkungan yang bersih membuat anak-anak nyaman belajar dan bermain, menari bersama untuk melepas kepenatan setelah bekerjasama dalam kerja bakti. Mereka menari bersama dan bersukacita.

Selengkapnya : https://youtu.be/xzKUvv_cdrE?feature=shared

Senin, 10 Juni 2024

Lirik Lagu Tani Tani Argapana

Lirik Lagu Tani Tani Argapana

Tari Tani Argapana
Tari Tani Argapana

Tari Tani Argapana, membangkitkan semangat kami,

Di desa Jenggawur, di tanah subur yang gemilang.

Petani-petani gagah, bertani dengan cinta,

Membajak sawah, menyuburkan bumi, oh tari nan suci.


[Refr]

Hirup udara segar, di bawah langit biru,

Langkah kita seirama, merajut mimpi yang baru.

Tari Tani Argapana, nyanyikanlah lagu cinta,

Di bumi nan subur, oh tari nan suci.


Dalam gerak dan irama, kami sambut mentari,

Menghiasi ladang, dengan sentuhan hati.

Angin berbisik gembira, pohon-pohon menyambut,

Air mengalir riang, dalam sungai yang mengalir melaju.


[Ref]

Hirup udara segar, di bawah langit biru,

Langkah kita seirama, merajut mimpi yang baru.

Tari Tani Argapana, nyanyikanlah lagu cinta,

Di bumi nan subur, oh tari nan suci.


Kami petani, penuh kebanggaan,

Tari Tani Argapana, lambang perjuangan.

Di desa Jenggawur, kami bersatu,

Dalam tarian suci, kita bersama merasakan nikmatnya bertani.


[Ref]

Hirup udara segar, di bawah langit biru,

Langkah kita seirama, merajut mimpi yang baru.

Tari Tani Argapana, nyanyikanlah lagu cinta,

Di bumi nan subur, oh tari nan suci.


Tari Tani Argapana, oh tari nan suci,

Di desa Jenggawur, kami menari dengan rasa cinta.


Lagu Tari Tani Argapana 1 :



Lagu Tari Tani Argapana 2 :


Senin, 01 Januari 2024

Selamat Tahun Baru 2024

Official Sanggar Gemah Sari mengucapakan

Selamat Tahun Baru 2024,

Tahun baru adalah kesempatan untuk menghapuskan kesalahan dan memulai kembali dengan semangat yang baru.

Sanggar Tari Gemah Sari

Video Youtube : Klik disini

Pinned Post

Mengangkat Tradisi, Menyulam Budaya